Showing posts with label Belajar ilmu shorof. Show all posts
Showing posts with label Belajar ilmu shorof. Show all posts

Tuesday, 2 February 2016

tashrifan bag 2 (konsep utama ilmu shorof dan nama setiap bagian konsep utama)

_السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Setelah sebelumnya kita telah bahas pengertian tentang ilmu shorof (صرف), sekarang akan kita bahas bagian pertama dalam ilmu shorof. Bagian pertama dalam ilmu shorof yaitu tentang bab tsulatsi mujarrod salim (ثلثي مجرد سالم). Telah kita bahas sebelumnya apa itu tsulasi (ثلثي), apa itu mujarrod. (مجرد), dan apa itu salim (سالم). Disini kita akan langsung beri contoh dari bab tsulasi mujarrod salim.

Contoh dasar dari bab tsulasi mujarrod tsalim adala lafadz fa'ala (فعل). Lafadz fa'ala biasa juga disebut wazan fa'ala (وزن فعل), artinya lafadz fa'ala (فعل) menjadi acuan, konsep utama, atau contoh utama dari semua lafadz. Ada konsep utama ada juga konsep dasar. Konsep dasar adalah susunan haraf-haraf (lafadz) beserta harkatnya yang menjadi contoh atau acuan, sedangkan konsep utama adalah haraf-haraf (lafadz) yang menjadi asal atau sumber dari konsep dasar. Jadi konsep dasar juga tercipta dari konsep utama. Lafadz fa'ala (فعل) yang menjadi konsep utama terdiri dari tiga bagian atau tiga haraf. Bagian pertama atau haraf pertama adalah fa' (ف) dinamakan juga fa' fiil (فا فعل). Bagian kedua adalah ain (ع) dinamakan juga ain fiil (عين فعل). Dan bagian ketiga adalah lam (ل) dinamakan juga adalah lam fiil (لم فعل). Artinya bab tsulasi mujarrod salim (ثلثي مجرد سالم) adalah lafadz-lafadz yang huruf-huruf asalna terdiri dari tiga haraf. Jika fa'ala (فعل) yang menjadi contoh disebut dengan wazan (وزن), maka lafadz yang menyerupainya disebut mauzun (موزن). Seperti wazannya adalah fa'ala (فعل), mauzunnya (موزن) lafadz nashoro (نصر), artinya fa'ala yang menjadi contohnya, sedangkan nashoro yang menyontoh atau menyerupainya. Perlu diperhatikan urutan harafnya, ingat lah nama dari ketiga bagian tadi, yaitu fa' fiil (فا فعل), ain, ain fiil (عين فعل), dan lam fiil (لم فعل). Jika dalam lafadz fa'ala yang menjadi fa' fiil (فا فعل) adalah fa (ف), yang menjadi ain fiil (عين فعل) adalah ain (ع), dan yang menjadi lam fiil (لم فعل) adalah lam (ل), maka dalam lafadz nashoro (نصر) yang menjadi fa' fill (فا فعل) adalah nun (ن), yang menjadi ain fiil (عين فعل) adalah shod (ص), dan yang menjadi lam fiil (لم فعل) adalah ro' (ر). Seperti  berikut :

Lafadz
Lam fiil (لم فعل)
Ain fiil (عين فعل)
Fa' fiil (فا فعل)

Fa'ala (فعل)
Lam (ل)
Ain (ع)
Fa (ف)

Nashoro (نصر)
Ro' (ر)
Shod (ص)
Nun (ن)


Seperti itulah konsep utama. Jadi nanti semua tsulasi mujarrod salim (ثلثي مجرد سالم) tersusun dari tiga haraf yang setiap bagiannya dinamakan seperti diatas.

Jangan lupa like fp kami di www.facebook.com/bisaxa juga follow twitter di @bisaxa. bantu bagikan juga link kami www.bisaxa.blogspot.com di fb, twitter atau social media lainnya agar bisa jadi pahala bagi kita semua. semoga kita semua senantiasa ada dalam lindungan Alloh s.w.t. آمِيـنَ...

Mohon maaf jika ada kesalahan. Semoga bemanfaat.

Wassalamulaikum

Wednesday, 27 January 2016

tashrifan bag 1 (pengertian shorof dan pembagian shorof)

Assalamualaikum.

Selain belajar ilmu nahwu (نَحوُ), ilmu yang harus dipelajari jika ingin mengusai bahasa arab adalah ilmu shorof (صَرَف). Sebelum kita belajar ilmu shorof (صَرَف) kita harus pengertian dan kegunaan ilmu shorof (صَرَف) dalam bahasa arab.
Dalam kitab al kailaani (اَلكَيلَانِ) dikatakan bahwa shorof (صَرَف) menurut bahasa artinya berubah. Perubahan bentuk, sikap, warna, atau apapun adalah shorof (صَرَف) menurut bahasa. Tapi shorof (صَرَف) menurut para ulama ahli shorof adalah berubahnya satu bentuk lafadz asal menjadi lafadz yg lain, agar hasil makna yang diinginkan. Sebab makna yang diinginkan takkan bisa didapat tanpa merubah lafadz asal. Contoh dalam bahasa indonesia adalah perubahan lafadz pukul - memukul - dipukul. kata utama atau kata dasarnya adalah pukul (kata kerja), tapi saat kita menginginkan kata yang mempunyai makna orang yang melakukan pekerjaan, maka kita menambahkan kata me- di depan kata pukul. Maka hasillah makna yang kita maksud. Begitu pula dengan bahasa arab, perubahan dari lafadz asal ke lafadz lain dalam bahasa arab itulah yg disebut dengan shorof (صَرَف). Contoh perubahan lafadz dhoroba (ضَرَبَ) - yadhribu (يَضرِبُ) - madhruubun (مَضرُوبٌ).

Untuk mempelajari ilmu shorof (صَرَف) kita akan belajar ilmu tashrif atau dikalangan santri di sebut tashriifan (تَصرِيفَان).

Shorof (صَرَف) ada dua bagian :

1. Tsulatsi (ثُلَاثِي)
Tsulasi (ثُلَاثِي) adalah lafadz-lafadz pada bahasa arab yang pada lafadz utamanya (lafadz asal) berasal dari 3 haraf. Jadi bisa dikatakan bahwa tsulasi (ثُلَاثِي) berarti lafadz-lafadz yg lafadz asalnya 3 haraf.

2. Ruba'i (رُبَاعِي)
jika tsulasi (ثُلَاثِي) mempunyai lafadz asal dengan 3 haraf, maka ruba'i (رُبَاعِي) mempunyai lafadz asal dengan 4 haraf.

Kemudian tsulatsi (ثُلَاثِي) dan juga ruba'i (رُبَاعِي) terbagi menjadi dua, yaitu :

A. Mujarrod (مُجَرَّد)
Mujarrod (مُجَرَّد) berarti yang tidak ada penambah. Artinya, jika tsulasti mujarrod (ثُلَاثِي مُجَرَّد) berarti lafadz 3 haraf yg tidak ada penambah. Atau bisa disimpulkan bahwa tsulati mujarrod (ثُلَاثِي مُجَرَّد) adalah lafadz-lafadz yang yang berawal dari lafadz yang punya 3 haraf asal. Begitu pula ruba'i mujarood (رُبَاعِي مُجَرَّد) adalah lafadz-lafadz yang berasal dari lafadz yang mempunyai 4 haraf asal.

B. Maziid (مَزِيد)
Maziid (مَزِيد) kebalikan daripada mujarrod (مُجَرَّد), jadi maziid (مَزِيد) adalah yang ada penambah. Jika tsulati (ثُلَاثِي) berarti 3 haraf asal dan maziid (مَزِيد) adalah yang mengandung penambah, maka bisa dipastikan bahwa tsulatsi maziid (ثُلَاثِي مَزِيد) adalah lafadz-lafadz yang berasal dari lafadz yang punya haraf asal lebih dari 3. Begitupula dengan ruba'i (رُبَاعِي). Bisa dipastikan. Bahwa ruba'i maziid (رُبَاعِي مَزِيد) adalah lafadz-lafadz yang berasal dari lafadz asal yang punya haraf lebih dari 4.

Dan setiap dari mujarrod (مُجَرَّد ) dan maziid (مَزِيد) terbagi jadi dua, yaitu :

+ saalim (سَالِم)
Saalim berarti yg selamat. Selamat disini artinya haraf dari lafadz asalnya tidak menggunakan haraf illat (حُرُوفِ العِلَّةِ) yaitu wau, alif, iya (و,ا,ي), juga tidak menggunakan hamzah (أ), dan tidak mudo'af (مُضَعَّف) (haraf ke 2 dan ke 3 sama pada tsulasi (ثُلَاثِي) contoh madada (مَدَدَ) sedangkan pada ruba'i (رُبَاعِي) haraf ke 1 sama dengan haraf ke 3, dan haraf ke 2 sama dengan haraf ke 4, contoh zalzala (زَلزَلَ)).

+ ghoir saalim (غَير سَالِم)
Artinya yang tidak selamat. Entah itu karena haraf dari lafadz asal nya menggunakan haraf illat (حُرُوفِ العِلَّةِ), atau menggunakan hamzah (أ), ataupun karena mudo'af (مُضَعَّف).

Jdi pembagian tashriif ada 8, yaitu :

1. Tsulatsi mujarrod saalim (ثُلَاثِي مُجَرَّد سَالِم)
2. Tsulatsi mujarrod ghoir saalim (ثُلَاثِي مُجَرَّد غَير سَالِم)
3. Tsulatsi maziid saalim (ثُلَاثِي مَزِيد سَالِم)
4. Tsulatsi maziid ghoir saalim (ثُلَاثِي مَزِيد غَير سَالِم)
5. Ruba'i mujarrod saalim (رُبَاعِي مُجَرَّد سَالِم)
6. Ruba'i mujarrod ghoir saalim (رُبَاعِي مُجَرَّد غَير سَالِم)
7. Ruba'i maziid saalim (رُبَاعِي مَزِيد سَالِم)
8. Ruba'i maziid ghoir saalim (رُبَاعِي مَزِيد غَير سَالِم)

Sampai disini dulu pembahasan kali ini, maaf jika ada kesalahan. Semoga bermanfaat.

Wassalamu alaikum.